Bursa Asia pada Tanggal 2 Pebruari 2016

Dilansir dari bisnis.com , Saham Asia turun karena merosotnya harga minyak yang berkepanjangan. Ringgit Malaysia pun menjadi melemah, namun sementara yen menguat.
Berdasarkan data Bloomberg, MSCI Asia Pacific Index turun 0,7% pukul 02.07 waktu Hong Kong. Sektor pertambangan dan produsen minyak dan gas meluncur setidaknya 2,2%. Standard & Poor 500 Index berjangka turun 0,6%.
Di Jepang, harga saham naik hampir 5% selama dua hari terakhir setelah Bank of Japan memberikan stimulus moneter. Namun, hari ini indeks Topix turun 0,6% dan Nikkei 225 kehilangan 0,7%. Indeks Kospi di The Seoul turun 1%. Indeks Hang Seng Hong Kong pun mengalami penurunan 0,76%.
Indeks Australia S & P / ASX 200 turun 1%, sedangkan di Wellington, S & P / Indeks NZX 50 naik 0,1%. Shanghai Composite Index melonjak 2,26% karena bank sentral menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem keuangan sebelum pasar tutup untuk liburan minggu depan. Begitu juga dengan Shenzhen Composite Index naik 3,42%.
"Ini masih merupakan pasar yang bergejolak. Bank sentral sementara relatif lebih menjadi akomodatif, sikap ini tidak menghapus kekhawatiran perlambatan ekonomi global, dengan kelemahan di China," kata Rafael Palma Gil, pialang di Rizal Commercial Banking Corp yang berbasis di Manila.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »