Cadev China tercatat berkurang US$ 99,5 miliar ke US$ 3,23 triliun di Januari. Posisi cadev negeri tirai bambu ini termasuk yang terendah sejak Mei 2012.
Penurunan cadev ini lebih rendah dari penurunan di Desember yang mencapai US$ 107,9 miliar, rekor penurunan terbesarnya. Bank sentral China terus menahan yuan di posisi yang sesuai setelah diturunkan pada Agustus lalu.
Meski turun, cadev China merupakan yang terbesar di dunia. Dalam enam bulan terakhir, cadev China sudah anjlok US$ 420 miliar hampir mendekati penurunan tahun 2015 yang mencapai US$ 513 miliar.
Berkurangnya cadev China itu disebabkan oleh beberapa hal, termasuk nilai tukar dan investasi. Peredaran dolar AS di China juga semakin berkurang gara-gara banyaknya korporasi yang melunasi utang luar negeri.
Hal ini menyebabkan nilai tukar yuan semakin turun dan harus dijaga oleh The People's Bank of China (PBoC).
"Untuk mencegah penurunan nilai tukar yang drastis, PBoC harus terus melepas cadangan devisa," kata Hao Zhou, ekonom senior dari Commerzbank di Singapore, seperti dikutip Reuters, Senin (8/2/2016).
EmoticonEmoticon