Keterangan Supir dan Kernet Yang Berbeda Terkait Kematian Bagus Di Metro Mini 640


Penyebab jatuhnya pegawai Telkom, Bagus Budiwibowo (41), dari Metro Mini 640 di depan gedung Kemenag Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, masih menjadi misteri. Ada dua versi yang berbeda soal penyebab jatuhnya Bagus, yakni versi sopir dan kernet.

Gunawan Idris, rekan Bagus di Telkom yang ikut mendampingi Bagus di RSCM, sempat bertemu dengan kernet dan pemilik Metro Mini yang ditumpangi Bagus. Gunawan mendapat informasi dari kernet bila Bagus jatuh karena didorong oleh komplotan pencopet.

Versi kernet, copet itu mendekati Bagus yang hendak turun, satu orang berpura-pura memepet untuk mengambil HP dan dompet sedangkan lainnya mendorong hingga Bagus terjatuh. Melihat Bagus terjatuh, para komplotan itu meminta agar sopir tetap melaju, namun karena ada polisi di jalan tersebut, sopir akhirnya menghentikan mobilnya.

"Pencopetnya bilang terus-terus (jalan), tapi kan ada polisi di sana dan copetnya kabur naik Metro Mini yang lain," ucap Gunawan.

Gunawan juga menanyakan laptop dan tas yang dibawa oleh Bagus. Saat itu menurut Gunawan, Bagus baru saja rapat di kantor Telkom yang berada di Gatot Subroto dan akan kembali ke kantor Telkom di Kebon Sirih. 

"Kernetnya bilang, tas yang isinya laptop ada di polisi. Sopirnya juga ditahan untuk dimintai keterangan sama polisi," kata Gunawan.

Di RSCM, Gunawan hanya menerima celana dan ikat pinggang Bagus dari pihak rumah sakit. Sedangkan dompet dan HP sudah tidak ada. 

"Saya nggak tahu HP dan dompetnya di mana. Dari rumah sakit cuma dikasih celana sama tali pinggang," katanya.

Sementara itu, pengakuan sopir Metro Mini Mohammad Sasih di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman Jakarta, Minggu (14/2) malam menyebut tidak ada yang mendorong Budi. Kemudian tidak ada ucapan "kiri...kiri" meminta mobil berhenti. Dalam penjelasan sopir itu, Budi turun begitu saja dan terjatuh. Tapi diakui dia, HP milik korban tidak ada. 

Sebelum memberikan keterangan di Mapolda Metro Jaya, Sasih sudah diperiksa oleh Lantas Jakpus, dia memberikan keterangan yang sama dengan kernet. Namun saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya dia memberikan keterangan yang berbeda. 

Sasih beralasan kalau dia takut diamuk massa bila ketahuan Bagus jatuh karena kelalaian dia. Sasih hanya ingin menghindari amuk massa dengan pengakuan ada penodong.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »