Risma menuturkan, pembangkit listrik dengan bahan bakar sampah sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Listrik yang sudah dihasilkan mencapai 2,5 MW.
"Target 10 MW, kecil itu sebenarnya. dari 1000 ton sampah," ungkap Risma di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/2/2016)
Teknologi yang digunakan, menurut Risma, bernama gasifikasi yang ramah akan lingkungan. Mekanismenya, sampah ditumpuk dalam jumlah besar, kemudian gas yang dihasilkan disedot untuk bahan bakar pembangkit listrik.
Terkait dengan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan diluncurkan oleh pemerintah, menurut Risma akan sangat membantu ke depannya. Terutama dalam penentuan tarif jual ke PT PLN.
"Nanti mungkin bisa jadi US$ 18 sen per kwh," pungkasnya.
EmoticonEmoticon